Orang Seperti Saya

…Terlalu lama anda tinggalkan saya…

…Terlalu lama anda biarkan saya menunggu…

…Hingga saya terbiasa hidup sendiri, tanpa anda disini…

…Apapun alasannya saya terima…

…Mencoba jadi orang yang setia…

…Hingga saya terbiasa hidup sendiri, tanpa anda temani…

…Apakah saat ini saya masih mengharap anda kembali…?

…Biarkan saat ini, buang janji anda dan anda bebas pergi…

…Setidaknya saya sepenuh hati…

…Walaupun anda tak juga membalasnya…

…Dan anda kehilangan ORANG SEPERTI SAYA, apakah anda tahu…?

…Sudahlah saat ini saya tak terlalu mengharap anda bisa kembali…

…Biarkan mulai kini, buang janji anda dan anda bebas pergi…

…DAN ANDA SIA – SIA’KAN ORANG SEPERTI SAYA…

New Book “Cinta Bagai Anggur”

cover

Judul: “Cinta Bagai Anggur: Tuangan Hikmah Dari Seorang Guru Sufi di Amerika.”
Karya: Syaikh Muzaffer Ozak, dikompilasikan oleh Syaikh Ragip Frager
Alih bahasa: Nadia Dwi Insani, Herry Mardian, Herman Soetomo
Penerbit: Pustaka Prabajati

17 x 23 cm, 202 hal.
ISBN: 978-979-15115-0-6
Harga: Rp. 48.000,-

: : : : : : : :

Back Cover:

PADA tahun 1980, Dr. Robert Frager, Ph.D untuk pertama kalinya bertemu dengan Syaikh Muzaffer Ozak, pimpinan Tarekat Halveti-Jerrahi dari Turki. Ia, sebagai pendiri dan direktur Institute of Transpersonal Psychology di California Utara, ketika itu mengundang beliau sebagai pembicara di universitasnya.

Frager dan seluruh mahasiswanya, serta seluruh hadirin, dibuat takjub dan terpaku dengan narasi Sang Syaikh yang terasa begitu intens dan dalam. Bukan pembahasan akademis-teoretik tentang Islam dan tashawwuf yang membuat mereka diam terpaku, melainkan tuangan kisah hikmah yang digunakan Syaikh untuk menjelaskan hakikat-hakikat agama dan kehidupan kepada audiens.

Kata Frager, hidupnya pasti akan berubah seandainya saja ia dapat mengingat semua kisah itu. Sebagai jawaban, Syaikh menatapnya begitu dalam dan berkata padanya dengan penuh kesungguhan: “Anda tidak akan pernah bisa melupakannya.”

Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah Syaikh Muzaffer yang begitu memesona para pendengarnya, selama kunjungan rutinnya ke Amerika. Fragerlah—ia memang tidak bisa lupa dengan kisah-kisah itu—yang kemudian mengompilasinya setelah ia sendiri akhirnya memeluk Islam.

Buku ini bukan hanya ditujukan hanya bagi kaum muslim maupun para peminat tashawwuf. Meski kisahnya mengandung elemen-elemen sufisme, namun hikmah yang dikandungnya sungguh-sungguh indah dan dalam, sehingga menyentuh jati diri kemanusiaan kita.

Pustaka Prabajati mempersembahkan buku ini dengan harapan agar pembaca turut mengalami sendiri intensitas dari narasi Syaikh Muzaffer, dan juga memperoleh hikmah yang—sebagaimana kata beliau pada Robert Frager—“Anda tidak akan pernah bisa melupakannya.” []